Rabu, 26 Maret 2014

Sepucuk Surat dari Ibu dan Ayah

Anak ku...
ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untuk ku,
suatu ketika aku memecahkan piring...
atau menumpahkan sup di atas meja, karena penglihatanku berkurang
Aku berharaf kamu tidak memarahi ku...
Orangtua itu sensitif...
selalu merasa bersalah saat kamu berteriak

ketika pendengaranku semakin memburuk dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan,
aku harap kamu tidak memanggil ku "Tuli"
mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskanya.

maaf, anak ku.
aku semakin tua...
ketika lututku mulai lemah,
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantu ku bangun
seperti bagaimana aku selalu membantu kamu,
saat kamu masih kecil, untuk blajar berjalan

Aku mohon jangan bosan dengan ku.
ketika aku terus mengulangi apa yang ku katakan, seperti kaset rusak
aku harap kamu terus mendengarkan aku.
tolong jangan mengejekku atau bosan mendengarkanku.

Apa kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon ?
kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang,
sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan

Maafkan juga bau ku.
tercium seperti orang yang sudah tua
aku mohon jangan memaksaku untuk mandi
Tubuhku lemah....
Orangtua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin.
aku harap aku tidak terlihat kotor bagi mu...

Apakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil ?
aku selalu mengejar-ngejar kamu...
karena kamu tidak ingin mandi
aku harap kamu bisa bersabar denganku,
ketika kau selalu rewel.
ini semua bagian dari menjadi tua...
kamu akan mengerti ketika kamu tua..

dan jika kamu memiliki waktu luang,
aku harap kita bisa berbicara
bahkan untuk beberapa menit,
aku selalu sendiri sepanjang waktu
dan tidak memilii seorang pun untuk di ajak bicara

Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan
bahkan jika kamu tidak tertarik pada cerita ku,
Aku mohon berikan aku waktu untuk bersama mu.

Apa kamu ingat, ketika kamu masih kecil ?
aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu.

ketika saatnya tiba...
dan aku hanya bisa terbaring, sakit dan sakit

aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawat ku.

MAAF
kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawat ku
selama beberapa saat terakhir dalam hidupku...
Aku mungkin tidak akan bertahan lebih lama...

ketika waktu kematianku datang,
aku harap kamu memegang tangan ku
dan memberikan ku kekuatan
untuk menghadapi kematian

Dan jangan khawatir...
ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta..
aku akan berbisik pada-Nya..
untuk selalu memberikan BERKAH pada mu...
karena kamu mencintai Ibu dan Ayah mu...
terimakasih atas segala perhatianmu, nak...

kami mencintai mu...

dengan kasih yang berlimbah
Ibu dan Ayah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar